5 Fakta Peru yang Perlu di Ketahui Sebelum Liburan

5 Fakta Tentang Peru yang Perlu di Ketahui Agar Liburan Aman & Nyaman

Peru adalah salah satu destinasi di Amerika Selatan yang bisa Anda pilih untuk liburan bersama keluarga ataupun teman-teman.

Di sana, Anda bisa melihat situs arkeologi dari suku Inca di Machu Picchu. Anda juga bisa melihat pulau terapung yang terbuat dari jerami hingga melihat gunung bewarna seperti pelangi.

Sebelum berkunjung ke sana ada beberapa fakta tentang Peru yang bisa dijadikan panduan.

1. Bebas visa selama enam bulan

Commercial Adviser Embbasy of Peru, Faisal Chalid Lasiny mengatakan untuk wisatawan Indonesia yang akan berkunjung ke Peru diberlakukan bebas visa selama 183 hari.

“Jadi wisatawan bisa langsung datang saja, saat di imigrasi akan ditanyakan tujuan kedatangannya apa dan apa yang akan dilakukan di Peru. Nantinya wisatawan akan diberikan bebas visa selama kurang lebih enam bulan,” kata Faisal beberapa waktu lalu.

Museum Larco di kota Lima, Peru, menjadi tempat populer di kalangan wisatawan terutama bagi mereka yang memiliki ketertarikan akan sejarah.

2. Aklimatisasi

Wisatawan juga mesti melakukan penyesuaian tubuh dengan ketinggian atau aklimatisasi. Wisatawan disarankan untuk menyesuaikan pernapasan ketika sampai di Peru.

“Turis harus menyesuaikan pernapasan dulu karena berada di ketinggian. Kalau ke Peru kita sarankan selama kurang lebih dua hari terlebih dahulu berada di Kota Cusco,” kata Faisal.

Tujuan penyesuaian pernapasan ini agar memastikan kesehatan wisatawan juga membuat liburan lebih aman dan nyaman. Perpindahan ketinggian yang terlalu cepat akan menyebabkan tubuh terserang penyakit ketinggian (acute mountain sickness) seperti mual, pusing, sakit kepala, mual, kehilangan nafsu makan, sesak nafas, dan tidur terganggu

3. Lama waktu berada di sana

Untuk lama waktu berlibur di Peru sendiri, Faisal mengatakan paling tidak siapkan waktu berada di Peru 5 hari 4 malam untuk mengunjung tempat-tempat terbaik. Namun, jika ingin lebih puas lagi Anda bisa siapkan waktu berkeliling di Peru.

“Banyak wisatawan yang hanya tau tentang Machu Picchu, padahal banyak landscape yang luar biasa,” katanya.

4. Biaya liburan

Sementara untuk biaya liburan, kata Faisal tergantung pada wisatawan itu sendiri dalam memilih penerbangan, penginapan, hingga kuliner.

“Kalau tiket pesawat (ke Peru) melalui Eropa kurang lebih sekitar Rp 30 juta dengan lama perjalanan sekitar total 34 jam. Bisa juga lewat Amerika, harganya sedikit lebih murah dibandingkan lewat Eropa. Tapi wisatawan harus punya visa transit di Amerika Serikat,” kata dia.

Lalu, untuk penginapan sendiri, ada pilihan hotel berbintang atau pun penginapan untuk para backpacker. Harga penginapan beragam, untuk kelas backpacker mulai dari 20 dollar atau sekitar Rp 270.000.

Sementara, untuk penginapan hotel berbintang mulai dari harga 60 dollar per malamnya atau sekitar Rp 810.000.

Biaya untuk setiap satu kali makan di restoran pun bisa Anda dapatkan dengan harga mulai dari 15 sol atau sekitar Rp 60.000. Namun, biaya untuk makan tergantung pada wisatawan, sebab masih banyak makanan lain yang lebih murah atau pun lebih mahal dari harga tersebut.

5. Bisa ikut tur wisata

Jika ingin berkunjung ke semua tempat wisata di Peru, Faisal menjelaskan wisatawan Indonesia menggunakan jasa travel. Banyak paket tur dan beragam harga yang ditawarkan.

“Kalau mau lihat semuanya sebaiknya ikut tur. Bisa tur lokal di Peru atau direncanakan dari Indonesia. Travel agent Indonesia juga sudah aware kok untuk menawarkan paket ke Peru,” katanya.

4 Sifat yang Bikin Anda Gagal Promosi Jabatan

4 Sifat yang Bikin Anda Gagal Promosi Jabatan

Dalam karier profesional, promosi alias kenaikan jabatan merupakan cita-cita semua pegawai. Selain itu, pemimpin yang baik pun pastinya ingin mendukung kesuksesan pegawainya lewat promosi jabatan.

Akan tetapi, ada sejumlah kondisi di mana promosi jabatan malah tidak bisa Anda raih. Beberapa penyebabnya adalah sifat dalam diri Anda sendiri.

Mengutip Business Insider, Rabu (7/3/2018), ada 4 sifat dan perilaku yang membuat Anda gagal dalam promosi jabatan. Berikut ini adalah penjelasannya.

1. Egois

Dalam dunia kerja, sifat egois adalah hal yang haram dilakukan. Memimpin sebuah tim atau menumbuhkan bisnis berarti mengorbankan waktu dan tenaga yang Anda miliki.

Jika Anda tidak bisa mengakomodasi kebutuhan tim Anda, mulailah introspeksi diri. Seorang pemimpin dalam pekerjaan harus selalu dalam kondisi prima, dalam hal ini juga harus bersikap dewasa.

2. Tidak Dewasa

Sifat tidak dewasa juga bisa membuat pegawai yang baik gagal menjadi pemimpin yang baik. Ia harus bisa menempatkan dirinya sebagai pemimpin dalam pekerjaan, bukan seperti teman main yang membuat pekerjaan menjadi berantakan.

Seorang pemimpin dalam tim atau kerja harus peduli dengan pegawainya, namun di sisi lain tetap harus membuat pegawai akuntabel. Oleh karena itu, pisahkan betul kapan harus menjadi teman dan kapan harus menjadi rekan kerja.


3. Tidak Menunjukkan Optimisme pada Perusahaan

Kalau Anda merasa tidak puas dengan perusahaan, jangan menularkannya kepada rekan kerja atau tim Anda. Ini akan menciptakan aura negatif pada lingkungan kerja Anda.

Kalau Anda tidak merasa puas terhadap perusahaan dan visi-misinya, cobalah menjadi kreatif. Anda bisa inovatif dengan menawarkan ide-ide baru.

Pemimpin-pemimpin yang baik tidak menunggu orang lain membawakan ide-ide bagus. Mereka melakukan riset, diskusi, tukar pikiran, dan membawa ide tersebut ke dalam kehidupan nyata.

4. Gagal Fokus

Pemimpin yang tidak bisa menjaga fokusnya berisiko melukai perusahaan. Apapun yang terjadi, pemimpin maupun anggota tim dalam pekerjaan harus tetap fokus pada pekerjaan yang dijalani.

Pegawai yang dipromosikan harus memasang tujuan secara berkala pada diri mereka sendiri yang sejalan dengan tujuan perusahaan. Tetap fokus dalam jangka panjang adalah hal yang menggerakkan bisnis dan membuat pegawai bahagia.

Migrasi Penduduk Desa Picu Krisis Pangan Dunia

Migrasi Penduduk Desa Picu Krisis Pangan Dunia

Bertepatan dengan Hari Pangan Sedunia, Badan Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) mengambil tema Change the future of migration, invest in food security and rural development.

Tingginya migrasi dari desa ke kota maupun ke luar negeri menjadi perhatian FAO yang memperingatkan bahwa tidak adanya regenerasi petani muda dapat menyebabkan masalah pangan yang serius.

Badan Pusat Statistik menyebutkan bahwa petani paling banyak berada pada kelompok usia 45-54 tahun karena banyak petani muda yang memilih untuk bermigrasi ke kota.

Tingginya tren ini dipicu oleh adanya alih fungsi lahan, harga jual hasil pertanian yang rendah, dan kebutuhan bahan pokok yang harganya terus melambung.

Hal-hal ini kemudian menjadi faktor kunci sebagai masalah pangan di Indonesia maupun dunia.

Solusi masalah pangan di antara makin sedikitnya petani muda

Tejo menyebutkan, sebenarnya kita punya peluang saat presiden terpilih, Jokowi, saat itu memilih kedaulatan pangan untuk membereskan masalah pangan di Indonesia.

"Kedaulatan pangan ini kan subyeknya petani berskala kecil. Namun, sekarang program itu belum berjalan sempurna. Peningkatan dan pengembangan kapasitas petani memang sudah dilakukan, namun masih skala kecil. Insentif dan perhatian terhadap regenerasi petani (juga) masih kurang," sambungnya.

Tejo juga menjelaskan bahwa untuk membereskan masalah pangan di Indonesia, negara harus punya kebijakan untuk membereskan masalah lahan dengan melakukan redistribusi.

Hal tersebut memang tidak gampang, tetapi Tejo juga menyebutkan bahwa pemerintah harus memberikan keberpihakannya yang jelas.

Terkait lahan, Tejo juga berpendapat bahwa investasi pertanian perlu dilakukan dengan hati-hati, apalagi masih ada kebijakan dari pemerintah terdahulu yang belum dicabut. Dalam kebijakan tersebut, pemerintah membuka peluang untuk investor membuka lahan pertanian tanpa kewajiban untuk menjual hasil pertaniannya ke Indonesia.

Maka dalam hal kedulatan pangan, yang dimaksud berinvestasi di sini sebaiknya adalah negara.

Namun jika ingin melibatkan pihak swasta, maka harus dipastikan bahwa petani itu mendapatkan prioritas. Skema hubungan investasi ini harus benar-benar ditata. Di sini pemerintah harus menjadi wasit yang seadil-adilnya antara petani dan pihak swasta.

Regenerasi Petani

Ia juga menambahkan, untuk regenerasi petani harus selalu ada pembaharuan. Misalnya, saat ini anak muda sedang senang dengan tren start up dan bisnis, maka regenerasi petani bisa diarahkan ke hal-hal tersebut.

Selain itu, untuk menarik minat para anak muda tersebut, pemerintah juga perlu memberikan insentif atau kemudahan.

"Sebenarnya kita punya peluang dari dana desa, dan lain sebagainya," kata Tejo.

Rata-rata dana desa adalah Rp 1 milyar per tahun. Dengan dana tersebut, desa seharusnya bisa membangun kembali sektor pertaniannya agar anak-anak muda di desa tertarik untuk kembali menjadi petani.

"Namun sekarang ini sayangnya, prioritasnya masih infrastruktur. Maka modal bisnis untuk pertanian itu hampir tidak ada," ujar Tejo lagi.

Selain itu, kendala pada pengembangan kemampuan petani masih sangat minim. Banyak desa yang menjadi binaan Tejo masih kesulitan mendongkrak dana untuk pengembangan.

"Contohnya di Bogor. Dari dana desa yang dikelola, tidak sampai satu persen untuk pemberdayaan," lanjutnya.

Hal inilah yang menurut Tejo harus segera diubah supaya Indonesia tidak kehilangan momentum.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Grants For Single Moms